ITB Ultra Marathon, Bukan Sekadar Adu Kecepatan

SAYA senang sekali bisa turut merasakan spirit kebersamaan dan solidaritas sesama alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Semua peserta berlari pada malam dan siang hari yang cerah.”

Ungkapan itu disampaikan Arcandra Tahar yang merupakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2016-2019. Bagi alumnus ITB Angkatan 1989 itu, ITB Ultra Marathon membawa kesan tersendiri.

Kesan itu pun dirasakan Handaka B Mukarta yang merupakan alumnus ITB Angkatan 1986. Ia mengaku harus berjuang lebih keras mencapai garis finish. Ia memacu semangat, kekuatan, dan kecepatan di sepanjang lintasan. Usia dan fisik yang tak muda lagi menjadi hambatan.

Tapi begitu mendekati garis finish, hambatan itu hilang perlahan. Kesenangan muncul di depan mata.

Di pinggir lintasan, bahkan di dalam lintasan, juniornya terus memberikan semangat pada Handaka. Bahkan para junior yang mungkin berasal dari angkatan 10 tahun di bawahnya meneriakkan yel-yel khas ‘Anak Mesin’, fakultas semasa Handaka berkuliah di ITB.

“Seolah-olah mereka tahu, seniornya yang segeda karung goni ini sedang punya masalah berat untuk finish. Mereka tak mau berhenti, terus mengawal saya hingga masuk finish,” ujar Handaka dengan rasa bangga atas kemampuannya, dengan diselingi canda.

Bukan hanya untuk alumni ITB. Semangat itu pun dikobarkan untuk peserta maraton non-alumni ITB. Satu di antaranya dirasakan oleh Eni Rosita.

Eni merupakan alumnus Universitas Indonesia. Kobaran semangat dan solidaritas itu ia rasakan saat berlari di sepanjang lintasan. Bagi perempuan yang kerap meraih gelar fantastis dalam ajang maraton itu, BNI-ITB Ultra Marathon adalah ajang berlari jarak jauh yang berbeda.

“Biasanya lomba ultra marathon itu sepi. Sepanjang jalan kadang lari sendiri terus. Tapi di BNI-ITB Marathon, di jalan ramai. Apalagi Ketika di pos water station, meriah. Banyak yang cheering juga. Itu memberi semangat lebih dalam menjalani lomba.

Kini, kebersamaan dan solidaritas itu kembali dikobarkan Yayasan Solidarity Forever. Solidarity Run. Begitulah nuansa yang diusung dalam ITB Ultra Marathon 2021.

“Inilah waktu yang ditunggu para peserta lari, untuk kembali bertemu, berlari, saling men-support, dan berkolaborasi satu sama lain,” kata Ketua Yayasan Solidarity Forever, Susilo Siswoutomo.

Solidaritas dan sikap saling mendukung sangat dibutuhkan bangsa Indonesia, terutama di masa pandemi Covid-19. ITB Ultra Marathon pun menjadi momen terbaik untuk saling menunjukkan dukungan dan solidaritas bagi bangsa Indonesia, khususnya keluarga civitas akademika ITB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *