LARI jarak jauh atau maraton merupakan salah satu olahraga lari yang termasuk jenis olahraga kardio. Lari maraton menempuh jarak lebih dari 42 kilometer. Tentunya, sebagai salah satu cabang olahraga, berlari secara rutin meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan.
Manfaat itu disadari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), khususnya Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), yang tergabung dalam Yayasan Solidarity Forever (YSF). Manfaat itu pun dihadirkan dalam bentuk gelaran tahanan bertajuk ITB Ultra Marathon.
Gelaran pertama kali yaitu pada 2017. Sejak itu, YSF beserta panitia penyelenggara mendapat sambutan hangat dari partisipan acara. Sejak itu pula, YSF menggelar ITB Ultra Marathon setiap tahun.
Namun pada 2020, pandemi akibat Covid-19 menyerang Indonesia. Meski demikian, hal itu tak menyurutkan antusiasme pelari ultra marathon. YSF pun menjawab antusiasme itu dengan menggelar ITB Ultra Marathon secara virtual. Hasilnya, lebih dari 5 ribu pelari dari berbagai penjuru negeri dan lintas benua berpartisipasi dalam gelaran tersebut.
Pada 2021, pandemi masih bercokol di Indonesia namun pemerintah mulai dapat mengendalikannya. Untuk mendukung usaha pemerintah mengentaskan pandemi, YSF kembali menggelar ITB Ultra Marathon.
Kali ini, kegiatan ITB Ultra Marathon menyelenggarakan dua jenis kegiatan. Yaitu penyelenggaraan kegiatan secara fisik dan virtual.
“Di tengah kondisi pandemi yang masih memerlukan perhatian, tentunya hal ini menjadikan ITB Ultra Marathon menjadi momen terbaik untuk saling menunjukkan dukungan dan solidaritas,” ujar Ketua YSF, Susilo Siswoutomo.
Sebagai kegiatan olahraga, lari ultra marathon dapat membantu meningkatkan imunitas, semangat, dan optimisme pelakunya. Tujuannya, tentu saja, menjaga kesehatan.
Selain itu, ultra marathon menjadi momen untuk menggelorakan semangat bersama, kerha sama, dan solidaritas yang bermanfaat buat sesama. Ultra marathon pun menjadi momen untuk bahu membahu memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.
Tentunya, gelaran itu tetap mematuhi aturan atau protokol kesehatan. Sebab protokol kesehatan harus diutamakan agar pandemi Covid-19 berakhir.
